Ariel Tatum Akui Susah Menjalin Hubungan Asmara. Ternyata ini lo Penyebabnya

Peribahasa menjelaskan jika jodoh dan rejeki telah ditata oleh Tuhan. Walau begitu, ini tidak dapat jadi justifikasi untuk pasrah dan tidak perjuangkan jodoh dan rejeki untuk diri sendiri. Manusia harus berusaha, dan diamkan tuhan yang tentukan.

Proses penjarian jodoh memang penuh lika-liku. Ada yang baru pertama berjumpa langsung klop dan menikah, ada pula yang sekian tahun lakukan pendekatan untuk dapat menikah. Ini yang membuat hidup manusia bak roller coaster, penuh surprise dan tidak dapat diterka. Permasalahan perjuangan jodoh ini dirasa oleh beberapa selebritas tanah air. Terakhir aktris elok Ariel Tatum mengutarakan argumen mengapa dia susah memperoleh jodoh. Ingin tahu? Baca informasi selengkapnya di bawah ini!

Terakhir netizen dikejuti dengan kabar berita yang mencatut nama aktris terkenal Ariel Putri Tatum. Seperti kita ketahui, Ariel Tatum adalah aktris elok dan populer di Indonesia. Ariel sempat diberitakan dekat sama beberapa aktris lain. Sekarang, wanita kelahiran tahun 1996 ini secara terang-terangan ungkap argumen mengapa dianya susah memperoleh jodoh dan merajut jalinan dengan musuh tipe.

Ini diutarakan oleh Ariel Tatum dalam sebuah fragmen acara bertema “Percakapan of The Day (OOTD)” yang tampil di Tv Trans7. Dari pernyataannya, Ariel ialah figur yang labil sekalian tidak konstan secara psikis. Ini membuat kesusahan untuk terkait dengan musuh tipe dan memerlukan usaha lebih buat dapat merajut sebuah jalinan.

“Gampangnya itu kaya kembali ABG tuch senang labil, senang tidak tahu kita ingin nya apa. Saya tidak konstan untuk membuat jalinan romantis dengan musuh tipe. Itu susah dari dahulu. Saya perlu perjuangan yang lebih dari beberapa orang biasa. Usaha harus kuat dan itu sulit sekali” tutur Ariel Tatum

Ternyata karakter labil dan tidak konstan itu tidak tampil secara mendadak. Menurut pemain film “Kawin Laku” ini, karakter labil ini terkait dengan penyakit yang dia terkena. Ariel Tatum akui jika dia menderita masalah personalitas tingkat atau borderline personality disorder (BPD) yang ada.