Kanye West hingga Justin Bieber, 8 Figur Publik Ini Pernah Bikin Gempar Karena Dikabarkan Meninggal Dunia

Krisis dalam terima info dari internet adalah ketrampilan yang perlu dipunyai tiap orang di zaman digital ini. Karena tanpa itu, kita dapat dengan gampang terjerat dalam beberapa berita berbohong alias hoaks yang entahlah menyengaja dibuat untuk argumen tertentu, atau murni sebab kesalahan sang pembikin informasi dalam mencuplik info.

Apa saja itu, yang bernama informasi berbohong selalu nyebelin. Apa lagi untuk mereka yang telah terlanjur yakin. Salah satunya tipe informasi berbohong yang kerap membuat netizen kegocek ialah mengenai kematian figure khalayak atau selebritis. Entahlah siapakah yang mengawali, yang pasti delapan orang ini pernah diberitakan wafat tetapi sesudah dijelajahi selanjutnya, mereka sehat walafiat. Siapa sajakah?

Siapa sich, yang tidak terkejut saat dengar berita kematiannya Ratu Elizabeth II? Sekalinya kamu bukan rakyat Inggris, kelihatannya berita ini tetap membuat shock. Pasalnya beliau yang sekarang berumur 94 tahun ini cukup nyleneh untuk tidak dikenali orang seantero dunia. Meninggalnya juga tidak salah akan mengakibatkan pengubahan-perubahan besar.

Di tahun 2011, Jon Bon Jovi si punggawa band Bon Jovi diberitakan wafat. Fans lintas negara langsung bising di Twitter dan Facebook. Merilis Rolling Stone, berita ini berawal dari sebuah website yang tuliskan seperti obituari untuk Jon, dengan memakai text obituari Michael Jackson yang keluar di Los Angeles Times.

Ketahui sensasi di dunia maya, Jon Bon Jovi menanggapinya dengan komedi. Dia mengupload photo diri dengan sebuah kertas tertulis “Surga benar-benar serupa dengan New Jersey”, mengarah pada bukti jika dia dan Bon Jovi sedang manggung di New Jersey. Dia bahkan juga memberikan tanggal agar beberapa orang percaya jika dia masih hidup.

Jaden Smith yang disebut anak dari artis Will Smith di tahun 2016 diberitakan wafat. Merilis Chron, isu ini tersebar di sosial media dengan frame narasi Jaden lakukan bunuh diri. Tidak salah netizen langsung ramai dengan informasi itu.

Lacak punyai lacak, berita palsu ini bermula dari sebuah artikel, yang jika disaksikan dari judul benar-benar memberikan keyakinan sebab mencuplik media dapat dipercaya. Tetapi saat artikel itu di-click, pembaca justru merasakan sebuah iklan. Tega sekali, ya, membuat informasi palsu seorang bunuh diri agar bisa banyak klik~