Tepis Kabar Burung Soal Efek Samping Vaksin Covid-19, Ariel Noah Tenangkan Publik: Tidak Terbukti

Jadi aktris yang turut vaksinasi Covid-19 step pertama, Ariel Noah sudah disuntik vaksin di hari Kamis lalu, (14/1). Setelah memperoleh penawaran vaksinasi, tanpa berpikir panjang Ariel mengambil langsung peluang itu. Di tengah-tengah simpang-siur berita mengenai efek vaksin Covid-19, Ariel masih mengikut vaksinasi. Apa lagi selesai divaksin, Ariel mendapati kebenaran: tidak ada yang penting dicemaskan masalah efek vaksin.

Sejak penyuntikan pertama vaksin Covid-19 di Indonesia 2 hari lalu, masalah masalah efeknya berguling panas di jagat maya. Sekilas kita ketahui warga terdiri jadi dua tim: kontra dan pro vaksin. Sejauh ini tampil pembicaraan, vaksin memberi efek yang beresiko. Tidak sedikit orang menyangka vaksin bisa mengakibatkan kelumpuhan dan kematian. Bahkan juga masyarakat Twitter sempat mencuitkan jika vaksin mengganti manusia jadi titan atau raksasa pemakan manusia.

Berita vaksinasi Ariel Noah dikatakan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Lewat account Instagram, Kang Emil memberikan peristiwa penyuntikan Ariel di Rumah Sakit Kesehatan Ibu dan Anak, Bandung. Argumen Ariel terima vaksinasi sebab tidak mau terjerat masalah masalah efek vaksin. Bukannya terbawa arus info yang ada, Ariel ingin menunjukkan sendiri kebenarannya.

“Sesudah vaksin sesungguhnya belum merasakan apa-apa. Masih gitu- begitu saja. Tidak sakit atau efeknya. Mengapa saya berani maju, sebab saya tidak ingin menduga-duga,” jelas Ariel, diambil dari Tempo.

Kenyataannya Ariel tidak rasakan efek vaksin yang disebut beresiko. Sebagai cara antisipatif, awalnya Ariel konsultasi dengan rekanan yang profesinya sebagai tenaga kesehatan nih. Sesudah memperoleh keterangan yang rasional masalah vaksin, dia makin percaya untuk terima penawaran vaksinasi saat itu.

Sesudah alami vaksinasi, Ariel ajak khalayak untuk semakin tenang. Soalnya efek yang dicemaskan sejauh ini tidak bisa dibuktikan. Karena itu, Ariel minta beberapa orang tidak perlu sangsi disuntik vaksin. Disamping itu, Ariel merekomendasikan untuk menanyakan lebih dulu ke pakar klinis. Daripada termakan berita hoax yang tidak bertanggungjawab.

“Dengan ikut divaksin berikut ajakan lebih riil. Beberapa berita yang tersebar yang lain tidak bisa dibuktikan efeknya. Sedapat mungkin tanya segala hal pada pakar. Tidak boleh dengar asal-asalan,” kata Ariel, dinukil dari Tempo.